Potret diatas adalah pemandangan yang sulit ditemui di era globalisasi seperti yang kita ketahui.Sungguh sebuah kehormatan ketika saya dapat dilibatkan pada acara ujian tari sanggar kencana ungu.Pengalaman yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya.Saya bersama teman-teman saya disambut dengan kehangatan layaknya sebuah keluarga.Takjub saya melihat antusias warga sekitar,peserta ujian,orang tua perserta ujian,para nayaga.Pemandangan yang sangat sulit ditemukan saat ini adalah gotong royong untuk mensukseskan acara ujian tari dimulai dari periasan,pemakaian atribut tari hingga masalah konsumsi dilakukan secara gotong royong.Antusias warga dan orang tua perserta ujian sangat apresiatif untuk mendukung kegiatan ujian tari ,orang tua peserta telah memupuk bakat anaknya sedari balita sehingga ketika nanti anak telah dewasa ia dapat mempunyai sebuah keahlian yang sangat berguna bagi kehidupannya kelak diluar lingkup internal anak tersebut secara tidak langsung orang tua peserta juga ikut berpartisipasi atas kelestarian budaya daerah khususnya budaya Cirebon.Sungguh sebuah kebanggaan terpancar dari raut wajah orang tua para perserta ketika anak-anaknya tampil menari dengan lentur dipanggung dengan diiring alat musik tradisional yang sangat kental kesakralannya ditelinga saya.Namun dibalik meriahnya kegiatan ini tidak terlepas dari usaha-usaha pemilik sanggar yaitu bapa elang panji laksana untuk melatih dengan sabar anak-anak yang berasal dari banyak lapisan dari mulai balita,remaja,ataupun dewasa yang ini bisa dan belajar tentang seni tari khususnya didaerah Cirebon ini.

Kunci dari sebuah seni adalah kesabaran karena yang saya amati pada saat observasi kesabaran,telaten,ulet,dan mengayomi aalah kunci dari keberhasilan sebuah guru seni untuk membuat anak anak didiknya bisa dan nyaman dengan apa yang menjadi bakatnya terarahkan secara benar sehingga dapat menghasilkan sebuah karya yang bisa dibanggakan.Dengan membuat atau menciptakan suasana atau ekosistem kegiatan yang nyaman dan mengasikan membuat orang yang ada didalamnya merasakan suasana tersebut .Maka dari itu perlu bagi guru seni atau mentor sebuah seni untuk mengetahui dan memahami kondisi psikologi anak didiknya.Sehingga apa yang telah diajarkan bisa menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Alangkah bangganya saya ketika saya melihat adik adik saya lebih menyukai kesenian tradisional dibandingkan modern hal yang sangat sulit untuk dilakukan dengan perkembangan tehnologi yang begitu pesat.Mereka tetap masih mempertahankan kesenian serta budaya budaya yang mulai luntur dilapuk waktu.Pada bidangnya mereka sejak kecil telah di tanamkan bagaimana bela negara dengan melakukan pelestarian terhadap budaya negri ini.

Potret ini adalah potret termenarik yang saya ingat sepanjang hidup saya terkesan adalah ketika waktu istirahat dan makan siang dimana semua peserta dan orang yang berpartisipasi makan bersama terhampar lesehan bercanda tawa tanpa gadget ditangan membuat suasana sangat hikmat dan membahagiakan.

1 Komentar

  1. Mantap kk .. jangan sampai kalah dengan budaya luar ..
    Budaya tradisional kita harus terus dilestarikan ..

    BalasHapus