Sejarah Seni Tari di Indonesia


     
     Sejak dahulu, seni tari memiliki peran penting dalam upacara kerajaan dan upacara masyarakat di Indonesia. Dapat dilihat dari perkembangan seni tari dari zaman ke zaman.

Seni tari di Indonesia memiliki sejarah yang panjang mulai dari zaman prasejarah, zaman Indonesia – Hindu, zaman Indonesia – Islam, zaman penjajahan, dan zaman setelah Indonesia merdeka.



1. Zaman Prasejarah

     Sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan di Indonesia, bangsa-bangsa primitif      ( 20.000 S.M – 400 M ) zaman primitif ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu : zaman batu, zaman perunggu dan zaman besi di Indonesia. Tari-tarian pada  zaman  masa itu mempunyai sifat-sifat daya magis dan sakral dari seni tari. Berbagai tarian tercipta berdasarkan kepercayaan tersebut. Bentuk tariannya masih sederhana yang berupa gerakan-gerakan tangan-kepala, serta depakan-depakan kaki menirukan alam. Beberapa tarian yang diciptakan adalah, tari kesuburan tanaman, tari hujan, tari eksorsisme, tari kebangkitan, tari perburuan, tari perang, dan lainnya.Tarian tersebut diciptakan dengan menirukan gerakan alam dan bersifat imitatif; contohnya seperti menirukan gerakan binatang yang akan diburu. Seni tari pada zaman prasejarah umumnya dilakukan berkelompok.


2. Zaman Indonesia Hindu

     Pada zaman ini, seni tari kebanyakan dipengaruhi oleh budaya dan peradaban India yang dibawa oleh para pedagang. Penyebaran agama Hindu dan Buddha menjadi faktor utama kemajuan seni tari pada zaman tersebut.

Para ahli sejarah percaya bahwa pada zaman Indonesia Hindu, seni tari mulai memiliki standardisasi dan patokan. Hal ini dikarenakan adanya literatur seni tari karangan Bharata Muni dengan judul Natya Sastra. Buku ini membahas unsur gerak tangan mudra yang terdiri dari 64 motif.

Motif itu dibagi menjadi beberapa bagian berikut:
a. Dua puluh empat motif mudra yang terbentuk dari satu tangan.
b. Tiga belas motif mudra yang terbentuk dari kedua tangan.
c. Dua puluh tujuh motif mudra dari hasil kombinasi kedua motif tangan.
Motif-motif yang mengandung keindahan dalam literatur tersebut juga banyak yang diambil untuk seni tari Indonesia. Pemerintahan pada zaman Hindu memakai sistem kerajaan. Oleh karena itu, pada saat itu muncul tari-tarian yang bernapaskan istana. 
Tari-tarian di istana berkembang dengan baik karena mendapat perhatian dari para raja. Perkembangan karya tari pada masa kerajaan Mataram Hindu ditunjukkan dengan peninggalan budaya yang berupa candi. Pada berbagai candi dipahat relief gerak-gerak dan alat-alat iringan tari.
Secara garis besar perkembangan seni tari pada zaman Hindu memiliki beberapa ciri berikut:
a. Gerak-gerak tari mulai disusun secara sungguh-sungguh.
b. Pertunjukan karya tari mulai difungsikan.
c. Karya tari mendapatkan perhatian dan dukungan dari para raja dan bangsawan          sehingga karya tari mempunyai nilai artistik yang tinggi. Karya tari pada masa itu disebut sebagai karya tari tradisional.
d. Tema karya tari mulai beragam karena banyak mengambil tema dari cerita Mahabarata, Ramayana, dan cerita Panji.
e. Iringan karya tari juga mulai beragam. Alat musik berupa cengceng, rebab, saron, dan seruling mulai 
    digunakan.

3. Zaman Indonesia Islam
    Seni tari pada permulaan zaman Indonesia Islam hanya dilakukan oleh orang-orang yang datang dari luar seperti Sudan, Ethiopia, dan lain-lain. Menari umumnya dilakukan pada sebuah hari raya atau hari gembira lainnya. Seni tari yang sudah tersusun pada zaman Indonesia Hindu masih terpelihara dengan baik. Namun, seni tari juga semakin berkembang. Karya tari baru pun mulai bermunculan. 
Apalagi setelah adanya perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti adalah perjanjian yang berisi tentang penetapan pembagian kerajaan Mataram Islam menjadi dua, yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Perjanjian itu dilakukan pada tahun 1755.
Selanjutnya, Kesultanan Ngayogyakarta dan Kesunanan Surakarta mencari identitas diri, antara lain, melalui karya tari yang dihasilkan. Dua kerajaan itu menciptakan karya tari dengan penampilan yang berbeda. 
Perbedaan tersebut, di antaranya, dapat dilihat dari sikap anggota tubuh dalam melakukan gerak tari. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, antara lain, mengakibatkan meluasnya tata pergaulan hidup masyarakat daerah.
Lalu lintas budaya antardaerah dan antarbangsa pun semakin meningkat. Hal itu menimbulkan perubahan dalam pikiran, pandangan hidup, dan tingkat kehidupan bangsa kita. Selain itu, lalu lintas budaya memengaruhi kehidupan seni, termasuk seni tari. Kondisi tersebut mendorong seniman muda untuk menciptakan karya tari baru. Namun, kita harus tetap selektif untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan seni tari kita.
Seni tari hasil ciptaan yang baru diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai seni dan keindahan sesuai dengan budaya bangsa kita. Agar dapat bersikap selektif, kita perlu melakukan hal-hal berikut:
a. Menjaga kelangsungan hidup seni tari bangsa kita dari kemungkinan terseret ke dalam arus penetrasi budaya dari luar bangsa kita.
b. Menciptakan keseimbangan nilai-nilai seni tari kita dengan nilai seni tari di luar bangsa kita.
c. Memanfaatkan nilai-nilai seni tari dari luar lingkungan kita untuk memperkaya dan menyempurnakan perkembangan seni tari kita.
Jika kamu banyak melakukan apresiasi seni tari, kamu akan mengetahui perkembangan seni tari bangsa kita saat ini. Salah satu perkembangan itu tampak pada keragaman tema tari, misalnya, pada tema tari Ah. Tari Ah bertema sosial. Tari ini merupakan karya tari kreasi baru yang menceritakan beberapa gadis pemakai narkoba.
Tarian ini memiliki pesan moral yang ditujukan kepada generasi muda agar tidak mencoba narkoba. Narkoba dapat menghancurkan masa depan. Karya tari Ah diciptakan oleh seniman muda Eka dan Titin pada saat kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta.

4. Zaman Penjajahan
     Walaupun pada masa penjajahan seni tari di Indonesia mengalami kemunduran dan tidak berkembang karena suasana peperangan dan penjajahan, tetapi seni tari dalam istana masih terpelihara secara baik.
Namun seni tari hanya dilakukan untuk acara-acara penting seperti penyambutan tamu raja, perkawinan, dan penobatan raja baru.
Salah satu karya tari yang terinspirasi perjuangan rakyat pada zaman penjajahan adalah tari Prawiroguno. Tari Prawiroguno adalah seni tari tradisional asal Jawa Tengah yang menggambarkan prajurit Indonesia sedang berlatih dengan membawa senjata dan tameng sebagai alat melindungi diri.

5. Zaman Setelah Merdeka
    Setelah Indonesia merdeka, fungsi seni tari dalam masyarakat mulai berjalan kembali. Seni tari kembali digunakan sebagai upacara adat dan upacara keagamaan.
Seni tari sebagai hiburan juga terus berkembang.Sekarang sudah mulai banyak sekolah-sekolah dan tempat kursus yang mengajarkan seni tari sebagai salah satu mata pelajarannya. Mulai banyak penggemar seni tari modern yaitu dansa, tari balet, dan break dance di Indonesia. 
1. Dansa adalah tari cara Barat yang dilakukan oleh pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan yang diiringi musik
2. Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi.
3. Breakdance, breaking, b-boying atau b-girling adalah gaya tari jalanan yang muncul sebagai bagian dari gerakan hip hop di antara African American dan anak muda dari Puerto Rico yang dilakukan di bagian selatan New York City yang brutal pada tahun 1970. Pada Umumnya tarian ini diiringi lagu hip hop,rap, atau lagu remix (lagu yang di aransemen ulang).


0 Komentar