perbandingan secra tekstual tari wayang
Beberapa perbandingan secara tekstual pada tari wayang satria ladak yang ada di daerah sumedang, garut, dam bandung
a
- Patokan gerak
Jika dilihat dari patokan gerak pada tari
wayang itu berbeda-beda khususnya pada daerah Sumedang, Garut, ataupun Bandung,
perbeaanya yaitu:
Ø
Daerah Sumedang pada tari adipati karna yaitu
keupat dan mincid, adeg-adeg sembada, tincak tilu gancang (barong sayan),
jangkung ilo bakasari, keupat randegan mincid ecek, laras konda, mincid cicing,
sekar tiba ngayun, engke gigir gedut, keupat tilu dan mincid galayar, calik
sembah, keupat tilu dan siring.
Ø
Daerah Garut yaitu pada tari bangbang somantri
yaitu, adeg-adeg, jangjung ilo dan mincid cicing, keupat, dan mincid ecek.
Ø
Daerah bandung pada tari Arayana yaitru, keupat
tilu (reun deuk), adeg-adeg (obah tak-tak), jangkung ilo (rineka), adeg-adeg
(ngayun), mincid reundeuk, mincid santana, keupat dua (reundeuk mundur), mincid
ecek.
- Stuktur
Struktur disini merupakan suatu susunan
bermacam-macam gerak yang terdapat pada tari wayang satria ladak. Adapun
strukturnya yaitu:
1.
Keupat tilu (nyatria) yang dapat di letakkan di
bagian awal, akhir maupun di tengah. pada struktur ini dilakukan hanya satu
kali.
2.
Calik sembahan, yang di letakkan hanya di bagian
awal dan akhir saja.
3.
Adeg-adeg baplang/sembada dapat di letakan di
dua tempat yang sama yaitu jika di letakkan di calik itu tempatnya di bagian
awal, sedangkan jika di letakkan di keupat maka tempatnya juga di awal namun
pengulangannya tidak menentu.
4.
Jangkung ilo, srtuktur ini dapat dilakukan
setaela adeg-adeg dan pengulangannya tidak menentu. Hal ini sama dengan
struktur yang sebelumnya yaitu pada adeg-adeg.
5.
Mincid yang dilakukan setelah jangkung ilo.
6.
Ngaras / raras randegan yang digunakan sebagai
peralihann dan transisi dari gerak satu patokan ke gerak patokan lainnya.
Table perbandingan struktur pada tari Adipati karna, bangbang somantri
dan Arayana
Struktur
tari
|
Tari
Adipati karna
|
Tari
Bangbang somantri
|
Tari Arayana
|
Keupat tilu
|
Yang
letaknya di awal,tengah setelah santana, dan di akhir setelah sembahan
|
Letaknya
di tengah setelah jangkung ilo
|
Letaknya di
awal dan di tengah setelah keupat dua, dan di akhir setelah mincid ecek
|
Calik
sembahan
|
Letaknya
di akhir tarian
|
Calik
letaknya di awal tanpa sembah dan di akhir dengan sembahan
|
Letaknya
pada awal dan akhir tarian
|
Adeg-adeg
|
Diletakkan
setelah keupat awal
|
Letaknya
setelah calik awal
|
Diletakkan
setelah sembahan dan jangkung ilo
|
Jengkung ilo
|
Diletakkan
setelah adeg-adeg
|
Dilakukan
seteleh raras konda dan dopalng
|
Dilakukan
setelah adeg-adeg dan ngararas.
|
mincid
|
Setelah
keupat awal, laras konda dan santana
|
Dilakukan
setelah engke gigir
|
Dilakukan
setelah adeg-adeg,ngayun, renyuan, tindak tilu, senatana dan terakir
setelah keupat tilu.
|
Ngaras/raras
randegan
|
Gunanya
untuk peralihan atau transisi dari satu patokan gerak ke patokan gerak
lainnya
|
Gunanya
untuk peralihan atau transisi dari satu patokan gerak ke patokan gerak
lainnya
|
Gunanya
untuk peralihan atau transisi dari satu patokan gerak ke patokan gerak
lainnya.
|
- Elemen gerak
Ciri-ciri dari elemen gerak diantaranya
sebagai berikut;
-
Kepala diantaranya gilek, gebes, candet, dan
cingeus,
-
Badan yaitu, riyeg dan obah tek-tek,
-
Tangan yaitu, capangan, selut baplang,
lontangan, ukel sembada, ulin soder, dan selut poncapa,
-
Kaki yaitu, jengkat, jengke satu, jalak pengkor,
siring, lengkah keupat, lengkah mincid, reunteut cindek.
- Desain gerak
Yang ada pada desain gerak diantaranya
meliputi ukuran waktu, penampilan tubuh, tenaga dan ruang. Ciri-ciri yang ada
pada tari wayang satria ladak yaitu:
-
Adanya ritme/irama musik dengan ketukan nada
yang sedang dan agak cepat,
-
Penampilan gerak tubuh yang sesuai dengan
ritme/irama,
-
Tingkatannya medium
-
Garis pada lengannya harus lurus,
-
Angkatan pada kaki hanya sampai betis,
-
Arah gerakannya luas dan tenaganya pun sedang.
- Kualitas Gerakan
Mrupakan suatu cara untuk menyalurkan
tenaga secara terkendali untuk menghasilkan sebuah gerakan yang memiliki
kekuatan beragam. Ciri-ciri dari kulitas gerak yaitu:
-
Bergetar maksudnya suatu pengulangan gerak yang
dilakukan dengan volume yang kecil.
-
Perukusi atau stakato yaitu kualitas gerak yang
gerakanya dihasilkan dari beberapa elemen gerak yang tekananya kuat.
-
Menahan memiliki arti sebagai kekuatan yang
terungkap dari bermacam-macam gerakan loncat dan tumpuan satu kaki.
Tabel perbandingan kualitas gerak pada tari adipati karna, bangbang
somantri dan arayana
Kualitas
gerak
|
Tari
Adipati karna
|
Tari
Bangbang somantri
|
Tari Arayana
|
bergetar
|
siring
|
terisi
|
terisi
|
perkusi
|
Cindek,
riyeg, gebes usik malik, jalak pengkor, laras randegan, gedut
|
Cindek,
riyeg, gebes usik malik, jalak pengkor, laras randegan, gedut
|
Cindek,
riyeg, gebes jalak pengkor, laras randegan
|
menahan
|
Jengkeng,
cindek selut pocapa, cindek baplang, tincak tilu gancang, sejak laras randegan,
mincid galayar, sekar tiba ngayun
|
Jengkeng,
cindek pocapa, sejak laras randegan, mincid ecek, sekartiba
|
Jengkeng,
cindek selut pocapa, cindek baplang
|
- Iringan musik
Ciri-cirinya yaitu:
-
Adanya gamelan atau alat isntrumen yang
mengiringi tarian tersebut.
-
Bentuk lagunya ada dua yaitu ada sekar ageung
dan sekar alit yang memiliki pola iramanya lambat bentuk lagu ini terbagi menjadi
tiga yaitu satu pada wilet yang iramanya sedang dan dua pada wilet yang
iramanya lambat. Sedangkan yang kedua itu gurundugan (sawilet kering)
dengan pola irama yang cepat, hal ini terjadi pada wanda lagu yang dilakukan
untuk mendukung karakter dan suasana yang memiliki kesan tersendiri di
dalamnya. Ciri-cirinya dari tari wayang satria ladak berwanda lagu:
· sekar ageung, lagu yang dinyanyikan adalah
lagu gawil dengan suasana yang gembira di dalamnya, lagu kawitan dengan suasana
kegandrungan yang di tampilkan pada tokoh-tokohnya, lagu kakacangan dan gawil
dengan suasana didalamnya adalah perang antar tokoh.
·
Sekar alit (salancaran), lagu tumenggung dan
sinyur dengan suasana yang gembira, lagu panglima dan palimanan dengan suasana kegandrungan
pada tokoh-tokohnya, dan lagu belenderan dengan suasana perang.
-
Volume suara pada umumnya kendang adalah pengisi
suara pada gerak tari wayang maka suara kendang tersebut harus mempunyai ciri
tersendiri dalam memainkan kendangnya.
Table perbandingan iringan pada tari wayang sumedang, Garut dan Bandung
Iringan
|
SUMEDANG
Tari
dipati karna
|
GARUT
Tari
bangbang somantri
|
BANDUNG
Tari arayana
|
Alat
instrument
|
Gamelan
selendro
|
Gamelan
selendro
|
Gamelan
selendro
|
Bentuk lagu
|
Sekar
alit sawiletan dengan pola irama sedang.
|
Sekar
ageung dan sekar alitsawiletan dengan pola irama lambat dan sedang.
|
Sekar ageung
dan sekar alit sawiletan dengan pola irama lambat dan sedang.
|
Wanda lagu
|
Lagu
yang digunakan adalah panglima karena di dalamnya mengandung suasana
percintaan yaitu adipati karna sedang jatuh hati dengan surti kanti.
|
Lagunya
gawil barang dan panglima karena pada saat itu bangbang somantri diangkat menjadi patih di
Maespati oleh Arjuna sasrabahu.
|
Menggunakan
lagu kastawa dengan suasana keagungan dan lagu palimanan dengan suasana
gembira. Lagu-lagu ini menggambarkan rasa syukur Aryana atas anugrah yang
dilimpahkan padanya.
|
Volume
kendang
|
sedang
|
sedang
|
sedang
|
0 Komentar