sejarah sanggar seni kencana ungu
SEJARAH SANGGAR SENI KENCANA UNGU
Sannggar seni merupakan sebuah tempat
yang digunakan oleh sekumpulan organisasi atau sekelompok orang yang di dalamnya
terdapat berbagai jenis kegiatan, kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan seni
seperti, seni lukis, seni kerajinan atau kriya, seni peran dan seni tari.
Kegiatan-kegiatan yang ada di dalam sanggar seni ini berupa
pembelajaran,penciptaan sampai pada dengan tahap produksi dan semua proses ini
sebagian besar dilakukan di dalam sanggar, tetapi hal ini bergantung pada
fasilitas yang ada di dalam sanggar, contohnya bila kita dapat menghasilkan
suatu karya seperti benda dalam bentuk patung,lukisan maupun kerajinan tangan
yang lainnya. Maka pemasaranlah yang akan menjadi proses akhir dari karya seni
yang dibuat dalam sanggar ini, apabila karya seni tersebut berupa pertunjukan
seperti teater, tari, pantomim dan lain sebagainya,maka proses akhirnya adalah
berupa pertunjukkan.
Sedangkan sanggar seni kencana ungu sendiri
merupakan salah satu sanggar seni yang berasal dari Cirebon-Jawa Barat, yang
tempatnya berada di jalan raya sunan gunung jati desa martasinga no.007.
sanggar seni kencana ungu ini dipimpin oleh Bapak E. Panji Jaya Prawirakusuma,
yaitu pada tahun 1980, tetapi dalam mengembangkan sanggar seni kencana ungu ini
beliau mengalami beberapa hambatan di dalamnya, nah pada tahun 1989 sanggar
seni kencana ungu ini mulai dapat berdiri dan berkembang sampai sekarang.
Sanggar ini dulu beliau beri nama dengan nama putra kusuma, tetapi sekarang
sanggar ini sudah diubah namanya menjadi sanggar seni kencana ungu. Dalam
sanggar ini terdapat sekurang-kurangnya ada 6 jenis kesenian di snggar seni
kencana ungu ini yaitu:
A. Sintren
Sintren
atau yang sering disebut dengan nama
lais merupakan suatu kesenian tradisional masyarakat Jawa, khususnya di
daerah Cirebon. Kesenian ini sangat terkenal di pesisir Jawa Tengah dan Jawa
Barat yaitu di daerah, Cirebon, Brebes, Jatibarang, Indramayu, Majalengka,
Pemalang,Ttegal, Kuningan,Pekalongan dan Banyumas. Tarian ini dikenal oleh
masyarakat sekitar merupakan tarian dengan aroma mistis atau magis yang
bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
B. Seni Gembyung
Seni
gambyung merupakan sebuah seni peninggalan para wali yang berasal dari Cirebon.
Kesenian ini berkembang dari tembang yang hidup di lingkungan tersebut. Dulu
kesenian ini seperti halnya kesenian yang dapat terbang, kesenian gambyung
digunakan oleh Sunan Bonang untuk pesantrennya dan Sunan Kalijaga untuk media
dalam menyebarkan Agama Islam di Cirebon. Kesenian gambyung ini biasa
dipertunjukan pada acara-acara kegiatan islam seperti pringatan Maulid Nabi
SAW. Rajaban dan kegiatan 1 syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah.
Tari
wayang merupakan sebuah tari yang gerakan dasar dan intinya berasal dari tokoh
pweayangan. Tari wayang ini menggambarkan penokohan dan jabatan yang ada di
dalam cerita wayang. Tari wayang yang biasa di tampilkan dalam setiap
pertunjukan adalah tari wayang yang di ambil dari kisah ramayan dan mahabarata.
Dan jenisnya merupakan tari wayang berkrlompok.
D. Upacara Adat
Terdapat
empat upacara adat yang ada di sanggar seni kencana ungu yaitu;
a. Muludan
merupakan adat yang sering dilakukan
oleh masyarakat Cirebon setiap tahunnya yaitu pada tanggal 8 sampai 12 mulud
(robi’ul awal) yang bertepatan pada lahirnya kanjeng Nabi Muhammad SAW., yang
loksinya di makam sunan gunung jati, upacara ini bertujuan untuk mencuci atau
membersihkan benda pusaka milik keraton yaitu pusaka Panjang Jimat.
b. Ganti Walit
merupakan upacara adat yang brtujuan
untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang atapnya terbuat dari
anyaman dau kelapa, dinamakan upacara ganti walit karena mengganti atap makam
yang terbuat dari walit atau anyaman daun kelapa.
c. Syawalan Gunung Jati
merupakan sebuah tradisi ziarah yang
dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Cirebon dengan mengunjungi makam sunan gunung
jati, upacara ini dilakukan pada bulan syawal atau setelah perayaan hari raya
idul fitri.
d. Rajaban
merupakan sebuah
upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Cirebon setiap tanggal 27 rajab.
e. Tari Topeng
merupakan
sebuah tarian yang berasal Cirebon, termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang, Losari,
Brebes, Majalengka dan yang lainnya. Pada pementasan tari topeng Cirebon
penarinnya disebut dengan nama dalang. Karena dalam memainkan tarian tersebut
mereka menggunakan topeng. Tari topeng sendiri terdapat banyak jenisnya dan
mengalami perkembangan dalam gerakan, ataupun pada cerita yang ingin disampaikan
oleh pemain tersebut. Trai topeng dapat dimainkan oleh satu orang atau disebut
dengan pemain solo dan bisa juga dimainkan dengan beberapa orang. Dulu tari
topeng dipentaskan menggunakan tempat pagelaran yang berbentuk setengah
lingkaaran dan tempatnya juga terbuka, seperti dalam halaman rumah, di
blandongan atau dalam Bahasa Indonesia adalah tenda pesta dan di bale atau
panggung. Dengan penerangnya menggunakan obor.
Sanggar seni
kencana ungu didirikan secara mandiri atau perorangan, karena fasilitas
belajarnya bergantung pada kondisinya yang sangat terbatas, jadi sanggar seni
ini termasuk kedalam sanggar seni dalam bentuk pendidikan nonformal,selain itu
semua system atau kegiatan yang ada di dalam sanggar seni kencana ungu ini
sangatlah fleksibel seperti yang menyangkut pada prosedur administrasi,
pengadaan setifikat untuk murid yang berprestasi dan beberapa pembelajaran yang
menyangkut metode-metode pembelajaran sampai evaluasi dan lain sebagainya. Karena
sanggar seni kencana ungu ini didirikan secara mandiri maka sanggar seni ini
berstatus swasta, untuk menyertakan hasil dari pendidikan yang selama ini
diajarnya harus memalui proses penialain penyertaan oles sebuah lembaga yang di
tunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah setempat supaya bisa seimbang
dengan hasil pendidikan formal. Dengan adanya sanggar seni kencana ungu ini
diharapakan semakun banya anak-anak penerus generasi bangsa yang dapat
menyalurkan hoby mereka di dalam bidang seni yang ada di sanggar seni kencana
ungu, dan mereka juga dapat melakukan pelestarian budaya daerahnya
masing-masing agar tidak punah dengan adanya perkembanga teknologi yang
berkembang sangat pesat ini. Keberaagaman dalam sanggar seni kencana ungu ini memiliki
daya Tarik tersendiri bagi para penonton yang mulai dari yang ada di daerah
tersebut sampai yng ada di luar dari daerah tersebut untuk melihat pertunjukkan
yang di gelar oleh para pemain sanggar seni kencana ungu. Dalam perkembangannya
sanggar seni kencana ungu dari berbagai aspek dapat mempengaruhi maju mundurnya
serta keberhasilan daerahnya agar tdiak ditelan zaman.
Di dalam
sanggar seni kencana ungu ini terdapat banyak anak -anak usia dini teapi sudah
memiliki bakat tersendiri di bidang seni tradisional, tapi mereka masih bingung
harus mengasah kemampuan mereka dimana. Maka dari itu sangatlah penting adanya
sanggar seni yang memiliki guru-guru seni yang dapat melatih kemampuan mereka
dan mampu bersaing dengan para seniman-seniman lainnya. Bahkan disanggar seni
kencana ungu ini bukan hanya untuk anak- anak saja melainkan ada juga anak
remaja dan bahkan ada yang sudah lulus sarjana.
sumber gambar ;
1. sintren : okezone news
2. seni gembyung ; cirebonradio.com
3. muludan : anthropology.id
4. ganti walit : informasi budaya jawa
5, syawalan gunung jati : fahmina institute
6. rajaban : informsi budaya jawa
7. tari topeng : radar cirebon









0 Komentar